Pemerintah Yunani telah mengumumkan sejumlah kebijakan baru terkait dengan program penghematan budget negara. Menurut pemerintah Yunani, kebijakan baru ini akan mengurangi defisit budget negara jauh dari yang ditargetkan oleh Internetional Monetary Fund (IMF) dan negara Eropa ketika mereka melakukan bailout terhadap Yunani. Kebijakan penghematan kali ini meliputi aturan pajak baru dan juga kenaikan VAT. Tujuan utama kebijakan kali ini adalah untuk meyakinkan para investor yang selama ini menganggap keuangan Yunani masih tidak terkontrol.
Kebijakan penghematan tersebut akan menguntungkan sektor bisnis seperti bidang property baru dan juga bea cukai. Selain itu, kebijakan baru ini juga akan menaikkan VAT hingga 1 milyar Euro namun hingga saat ini masih belum tau produk dan jasa apa saja yang akan dinaikkan pajaknya. Awal tahun 2010, kebijakan penghematan pemerintah Yunani mengundang aksi protes dari berbagai pihak di jalan Athena. Yunani saat ini berusaha mengurangi beban utang yang dipikulnya dan meyakinkan para investor bahwa krisis utang telah berlalu. Yunani tercatat sebagai negara dengan GDP tertinggi di antara negara Eropa lainnya yang mencapai 133%.
Pemerintah Yunani berencana untuk mengurangi defisit budget hingga 7% GDP pada akhir tahun 2011, angka yang jauh dibawah target IMF dan juga Eropa yang menargetkan 7,6% ketika melakukan bailout terhadap negara tersebut pada bulan Mei tahun ini. Sejak para investor kehilangan kepercayaan terhadap Yunani, negara tersebut sulit mengumpulkan dana dari penjualan bond. Sabtu lalu, perdana menteri Cina Wen Jiabao menyatakan bahwa Cina akan membeli bond Yunani meskipun dalam jumlah yang belum pasti. Hingga saat ini, kepercayaan investor akan perekonomian Yunani mulai pulih kembali.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.