Menurut beberapa evaluasi, tanggapan Bank Dunia terhadap krisis keuangan global cenderung lambat sebelum akhirnya menggunakan dana cadangan dan mempertimbangkan hubungan dengan beberapa anggota untuk mengucurkan dana pinjaman sebesar $80.6 milyar. Berdasarkan laporan dari Independent Evaluation Group, International Monetary Fund (IMF) sebagai salah satu lembaga Bank Dunia telah menurunkan target pertumbuhan ekonomi. Dari bulan juli 2008 hingga Juni 2010 IMF telah menyalurkan dana sebesar $67 milyar.
Menurut beberapa auditor seharusnya IMF memiliki peran penting dalam memimpin dan mengingatkan negara-negara yang sedang dilanda krisis keuangan namun ia malah bereaksi keras terhadap situasi tersebut. Sebagai konsekuensi dari resesi global yang melanda Amerika Serikat maka diperkirakan sekitar 64 juta masyarakat Washington yang melewati kesehariannya hanya dengan biaya kurang dari $1.25 per hari pada tahun 2010. Setelah meningginya pinjaman tahun lalu, kini bank AS akan membatasi dana pinjaman dan berusaha memperoleh dukungan dari para investor.
Menurut Richaard Mills selaku juru bicara bank mengatakan bahwa manajemen bank telah merespon secara cepat dan efektir terhadap krisis yang terjadi. Selain itu juga dilakukan diskusi dan dialog dengan beberapa negara agar memperoleh solusi yang cepat dalam mengatasi kondisi keuangan saat itu. Peminjaman dana ke sektor swasta juga lebih terkendali dan kreatif.
Menurut auditor, Konsultasi dengan negara-negara berpenghasilan rendah pada bulan Agustus 2009 telah memberikan membuktikan adanya penghargaan negara terhadap respon bank namun banyak juga respon bank yang kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan IMF dan bank-bank pembangunan daerah. Namun, kolaborasi dan kerja sama antara IMF dan bank tampaknya lebih baik kali ini.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.