Usaha apapun yang digeluti oleh seseorang tidak akan pernah terlepas dari yang namanya resiko. Begitu pula dengan forex. Bagi kita semua yang telah maupun ingin terjun dalam dunia forex hendaklah menyadari sepenuhnya terhadap yang namanya resiko dalam trading. Resiko tidak dapat dihindari. Resiko tidak dapat dihilangkan. Resiko hanya dapat diminimalisir dan dikendalikan.
Pada artikel sebelumnya telah dijabarkan tentang resiko utama forex dan di ulasan kali ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai tips-tips dalam manajemen resiko forex .
1. Lakukan analisa terhadap pergerakan pasar
Jangan asal membuka posisi tapi analisalah terlebih dahulu pergerakan pasar. Setelah itu barulah menentukan akan membuka posisi buy atau sell. Dasar membuka posisi bisa dari analisa teknikal (indikator) atau fundamental (berita atau event-event rutin di kalender ekonomi), jangan membuka posisi berdasarkan perasaan atau naluri atau merasa beruntung.
2. Jangan serakah
Pasang target profit Anda. Jikaposisi yang dibuka telah mencapai profit yang ditargetkan maka lakukan close posisi. Perlu anda ingat, trading forex bukanlah cara untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu singkat namun lebih pada bagaimana sebagian uang yang Anda investasikan mampu memberikan return yang memuaskan dengan resiko yang bisa ditoleransi.
3. Gunakan Stop Loss / Cut Loss.
Buatlah batasan sampai sejauh mana anda mampu menanggung kerugian, tentukan tingkat toleransi Anda. Gunakan fitur stop loss pada Meta Trader Anda. Cut Loss merupakan tindakan menutup posisi yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Stop Loss dan Cut loss sama-sama perlu dipertimbangkan, untuk membatasi kerugian yang terjadi sehingga tidak melebihi batas toleransi Anda.
4. Persiapkan psikologi trading yang matang
Nah, selain ketiga tips manajemen resiko forex di atas, anda juga perlu mengenali yang namanya psikologi trading. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan para trader selama trading adalah seperti terlalu ambisius, menaruh harapan terlalu tinggi, tidak memiliki trading plan yang paten, serakah, tidak memasang stop loss/tidak membatasi resiko yang bisa ditanggung, dendam, selalu menyalahkan pasar, overtrade dan mengambil keputusan tanpa menganalisa terlebih dahulu. Ingat, psikologi sangat mempengaruhi trading yang anda lakukan, oleh karena itu sebelum menghadapi pergerakan pasar hadapilah emosi anda terlebih dahulu. Ambil contoh yang paling sering, ketika trader membuka buy kemudian grafik turun dan menyentuh SL, maka ada pikiran “Wah mestinya sell nih…” dan kemudian klik sell dan SL lagi. Sebaiknya konsisten dengan strategi atau indikator Anda, sehingga jika strategi Anda belum mengatakan waktunya buka posisi, jangan melakukan trading.
Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda meminimalisir resiko selama trading.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.