“Masalah yang kami hadapi sekarang berasal dari dalam negeri dan kami Yunani bertanggung jawab untuk menata rumah kami kembali”, demikian pernyataan Perdana Menteri Yunani George Papandreou dalam forum ekonomi dunia di Davos. Tampaknya George Papandreou, mewakili negaranya, telah bertekad untuk menyelesaikan sendiri permasalahan keuangan yang sedang dihadapi Yunani, tanpa meminta bantuan dari pihak Uni Eropa. Meskipun Bond Yunani kembali tertekan dalam perdagangan pasar hari ini, namun Athena tetap bersikukuh untuk tidak menerima bailout dari 15 negara Eropa lainnya.
Dia juga mengecam Koran Prancis Le Monde yang menyatakan adanya rencana bailout dari Eropa kepada pemerintahan Yunani. “Kami tidak memerlukan pinjaman bilateral dan kami tidak akan pernah meminta pinjaman bilateral” jawabnya kepada reporter seputar rencana bail out tersebut. Jean-Claude Trichet, presiden European Central Bank berpendapat setiap negara berhak memilih penyelesaian permasalahan sendiri-sendiri, dan jika Yunani ingin mengatasi krisis keuangan tanpa bantuan pihak luar maka itu adalah pilihan dan tanggung jawabnya.
Papandreou juga membantah bahwa negaranya meminta Goldman Sachs untuk menjual bond ke China. Selain itu, ia juga menyangkal bahwa Yunani akan meninggalkan mata uang Euro, pernyataan ini juga didukung oleh perdana menteri Spanyol, Jose Zapatero.
Selain kondisi bond-nya yang semakin tertekan, perbedaan antara suku bunga bond Yunani dengan bond Negara Eropa lainnya kian menajam dan saat ini telah mencapai 405 basis poin (kurang lebih 4%) dengan bond Jerman, merupakan yang tertinggi di Eropa.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.