Treasury AS mengatakan bahwa kepemilikan China pada hutang AS naik pada level tertinggi di tahun ini. China menambah jumlah bond Treasury AS menjadi 900,2 milyar Dolar di bulan April, mencapai level tertinggi sejak November 2009. Berdasarkan pada data, China merupakan pemegang saham hutang asing tertinggi, diikuti Jepang yang mencapai angka 795,5 milyar Dolar di bulan April, dan pada posisi ketiga terdapat Inggris yang memegang nilai sebesar 239,9 miyar Dolar.
Analis Michael Woolfolk dari Bank of New York Mellon mengatakan bahwa ancaman diversifikasi selama dua tahun terakhir oleh China dan Rusia telah berakhir sejak krisis hutang Eropa muncul dan Euro mengalami penurunan terhadap Dolar. Data mengindikasikan bahwa China masih merupakan pembeli Treasury yang kokoh, rata-rata 10,3 milyar Dolar per bulan pada tahun 2009 dan 8,2 milyar Dolar per bulan selama 4 bulan terakhir di tahun 2010. China yang merupakan pemegang cadangan devisa valuta asing terbesar terbesar di dunia, telah mengkritik Washington atas terus membengkaknya level hutang, karena munculnya ketakutan akan investasi China yang sebagian besar berbentuk bond pemerintah Amerika, akan melemah tajam jika suatu saat krisis melanda Amerika.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.