Setelah didera krisis ekonomi akhir tahun 2008 lalu, The Fed pun memberlakukan kebijakan baru, yaitu menurunkan suku bunga bank dan suku bunga pinjaman hingga mendekati 0%, dan hal ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Amerika. Hingga saat ini, suku bunga The Fed masih belum mengalami peningkatan, terus terjaga di kisaran 0% hingga 0,25%. Dengan bunga pinjaman yang rendah, The Fed berharap ekonomi Amerika bisa berputar lagi, pinjaman-pinjaman untuk usaha menjadi ringan, begitu pula dengan pinjaman rumah. Selain itu, konsumsi masyarakat diharapkan meningkat, karena biaya kartu kredit pun akan lebih murah.

Saat ini, ekonomi telah memasuki ke tahapan yang lebih baik, ekonom-ekonom telah memberikan analisanya bahwa ekonomi sudah mulai pulih. Namun, The Fed sama sekali belum memberikan indikasi akan menaikkan suku bunga. Bahkan, diprediksi, Fed juga masih akan mempertahankan kebijakan ini selama 2010. Kemungkinan, suku bunga Amerika baru mulai naik pada 2011 mendatang.
Prediksi tersebut bukannya tanpa dasar, Ben Bernanke, presiden The Fed, berulang kali menyatakan bahwa “The Great Depression” (Depresi Ekonomi yang Hebat) sangat berbahaya, sebelumnya Fed sempat mencoba menaikkan suku bunga, namun menurutnya hal ini terlalu cepat, sehingga Amerika kembali terseret dalam resesi yang semakin dalam. Oleh karena itu, The Fed tidak ingin mengulang hal yang sama dan akan berhati-hati sebelum menaikkan suku bunga lagi.
Bernanke juga menambahkan, The Fed akan terus memonitor situasi, dan kalau sudah benar-benar yakin ekonomi sudah pada jalur yang benar, barulah suku bunga akan mulai dinaikkan. Hal ini seolah memberikan jaminan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini. Namun, situasi saat ini juga tidaklah baik. Suku bunga yang rendah akan memicu inflasi, selain itu gaji pekerja juga akan menyusut dan akibatnya ekonomi akan melambat karena masyarakat memilih berhemat. Imbas lainnya, nilai USD sudah jelas saat ini melemah terhadap mata uang mayor lainnya, dan tentunya akan membatasi daya beli Amerika di pasar global. Beberapa pakar menyebutkan, The Fed telah membeli aset-aset bermasalah lebih dari $1 triliun sejak krisis mendera, dan mereka harus menjual sebagian aset-aset tersebut sebelum menaikkan suku bunga.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.