Perekonomian Jepang Melemah pada Kuartal Keempat

Perekonomian Jepang Melemah pada Kuartal Keempat

Perekonomian Jepang melemah pada kuartal keempat, lebih buruk daripada perkiraan sebelumnya, dan perlu digaris bawahi bahwa pemulihan ekonomi di Jepang lebih lambat dari yang diharapkan. Pemerintah mengatakan bahwa GDP meningkat 3.8 persen pada kuartal keempat, setelah direvisi dari 4.6 persen pada bulan lalu. Bisnis sedikit menurun dan persediaan turun tajam, mengindikasikan perusahaan-perusahaan mengurangi stok sebagai antisipasi lemahnya permintaan pasar. Turunnya inventori turut berimbas pada GDP, yang mengukur nilai total dari barang dan pelayanan negara, sehingga menjadi lebih rendah 0.1 persen.

Yen, Mata Uang Jepang

Yen, Mata Uang Jepang

Keisuke Tamura, sekretaris parlemen di Cabinet Office menyatakan bahwa pantang menyerah dan kekuatan untuk bertahan di dalam pemulihan ekonomi merupakan salah satu kunci yang patut dipertahankan. Pertumbuhan ekonomi Jepang melambat di kuartal keempat, seiring dengan deflasi yang semakin dalam, membesarnya pengurangan pekerjaan umum dan memudarnya dampak stimulus. Ekonomi seharusnya mendapatkan momentum pada tahun ini, seperti dinyatakan ahli ekonomi Goldman Sachs, Chiwoong Lee. Ekspor yang kuat mengijinkan negara mengeluarkan biaya lebih banyak dan keluarga-keluarga akan mempunyai lebih banyak uang untuk digunakan setelah mereka menerima tunjangan anak-anak dari pemerintah.

Pemerintah juga mengatakan GDP pada Juli-September menciut, perubahan tersebut memalukan, dan banyak pihak yang meragukan angka-angka yang dibuat oleh pemerintah tersebut karena banyaknya jumlah revisi yang dilakukan. Cabinet Office mengatakan GDP pada kuartal ketiga bertumbuh 4.8 persen, kemudian diturunkan 1.3 persen beberapa minggu kemudian, dan 0.01 persen pada bulan lalu. Sekarang pemerintah mengatakan GDP mengecil sebesar 0.6 persen.

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.