Negara Eropa Masih Pertahankan Euro

Negara Eropa Masih Pertahankan Euro

Para Perdana Menteri negara-negara Eropa akan tetap mempertahankan Euro sebagai mata uang yang ‘kredibel’ meskipun telah merosot ke level terendah selama empat tahun terakhir terhadap dolar. Eropa juga akan mengurangi utang yang semakin membengkak, yang mana berpeluang menghambat pertumbuhan beberapa tahun mendatang. Selain itu, perhatian juga ditujukan kepada usaha penyelamatan terhadap utang yang menumpuk, seperti European Central Bank yang terus menerus membeli bond negara-negara Eropa yang bermasalah, hal ini diperkirakan juga dapat memicu inflasi.

Saat ini harga minyak Eropa terus merosot dan harga emas naik ke titik tertinggi. Menurut Jean-Claude Juncker, Euro adalah mata uang yang kredibel dan sudah terbukti kestabilannya selama 11 tahun ini di wilayah Eropa. Untuk menghadapi defisit perekonomian yang semakin memburuk, Uni Eropa telah membuat aturan defisit dan utang baru yang disebut Stability and Growth Pact, namun aturan tersebut masih ditolak.

Jerman yang merupakan Negara dengan perekonomian terkuat di Eropa telah menyediakan dana sebesar 110 milyar Euro untuk bailout Yunani dan dana sebesar 750 milyar Euro untuk penyelamatan perekonomian Negara-negara Eropa lainnya. Bagaimanapun juga, Negara Uni Eropa harus segera mengurangi utangnya agar perekonomian tidak semakin macet dan bahkan bisa terhenti. Komisioner Ekonomi EU Olli Rehn mengatakan bahwa pembayaran pertama kepada Yunani sebesar 20 milyar Euro akan ditransfer ke Athena pada Selasa mendatang. Dana tersebut berasal dari Uni Eropa sebesar 14.5 milyar Euro dan IMF sebesar 5,5 milyar Euro. Jerman juga berencana untuk mengusulkan aturan anggaran baru yang akan memaksa Portugal dan Negara Eropa lainnya untuk memangkas anggaran belanja mereka agar tidak memerlukan bantuan bailout dari Negara lainnya.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment