IMF mengatakan Yuan China undervalued, namun juga memuji respon Beijing terhadap krisis global. Komentar itu muncul dalam sebuah review oleh fund Washington mengenai kebijakan ekonomi Cina, yang pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. IMF mengatakan beberapa anggota dewan “sepakat bahwa nilai tukar tersebut undervalued” namun tidak memberi rincian lebih lanjut. Anggota dewan terdiri dari 24-anggota termasuk Amerika Serikat, China, beberapa pemerintah individu lain dan anggota yang mewakili kelompok-kelompok ekonomi. Yuan yang stabil terhadap Dolar dimulai pada akhir tahun 2008 untuk membantu eksportir China bersaing di tengah permintaan global yang lemah. Washington dan mitra dagang lainnya mengeluh bahwa perusahaannya telah dirugikan dan beberapa anggota parlemen AS menuntut sanksi terhadap barang-barang China. Bank sentral China mengumumkan pada bulan Juni akan mengizinkan nilai tukar yang lebih fleksibel.
IMF mengatakan mata uang Yuan yang kuat akan membantu mendorong belanja konsumen China, membantu Beijing mengurangi ketergantungan pada sektor ekspor dan membuat ekonomi yang lebih mandiri. IMF memuji tanggapan cepat Beijing pada krisis global tahun 2008, yang mencakup pemotongan pajak, insentif untuk belanja konsumen dan belanja sosial yang lebih tinggi. China pulih dengan cepat dari krisis global dan pertumbuhan ekonomi melonjak menjadi 11,9 persen dari tahun sebelumnya pada kuartal pertama tahun ini. Bergeser menjadi 10,3 persen pada kuartal kedua, yang pemerintah anggap sebagai hasil dari kebijakan yang dimaksudkan untuk memperlambat pertumbuhan ke tingkat yang lebih mudah dan mencegah inflasi.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Sorry, the comment form is closed at this time.