Investor Marc Faber meyatakan bahwa ekonomi Negara China akan melambat dan kemungkinan akan terbentur dalam tahun ini, dilihat dari penurunan saham dan sinyal harga komoditi. Shanghai Composite Index telah gagal untuk regain pencapaiannya di tahun 2009, sementara komoditi industri dan saham ekportir Australia bersikap kuat.
Faber menyatakan bahwa saat ini pasar memberitahukan adanya sesuatu yang tidak baik. Ekonomi China akan melambat dan bahkan akan terbentur suatu waktu pada rentang waktu 9 sampai 12 bulan ke depan. Faber, Jim Chanos dan Kenneth Rogoff dari Universitas Harvard bersama-sama memperingatkan adanya potensi adanya benturan tersebut. China “sedang menuju neraka” karena perkembangan bisnis properti terpukul dalam proses pertumbuhannya, demikan diungkapkan Chanos di dalam sebuah wawancara bulan lalu. Sebanyak 60% GDP bergantung pada sektor konstruksi, imbuhnya. Sedangkan Rogoff menyatakan gelembung utang bahan bakar di China akan memicu resesi regional selama beberapa dekade.
Pemerintah China telah melarang pinjaman untuk rumah ketiga dan menaikkan tingkat suku bunga pinjaman dan diberlakukan adanya DP (down payment) untuk pembelian rumah kedua. Harga meningkat 11,7% di 70 kota pada bulan Maret 2010 ini dibanding bulan yang sama tahun lalu. Pemerintah telah berhenti untuk menaikkan tingkat suku bunga untuk menahan harga properti.
Ekonomi Negara China bertumbuh 11,9% pada kuartal pertama, dan merupakan yang tercepat selama hampir 3 tahun terakhir. GDP meningkat sebesar 8%. Faber menyatakan bahwa larangan pada spekulasi properti mungkin mendorong para investor untuk beralih ke pasar saham. Saham masih dihargai secara penuh dan investor China mungkin menjadi pembeli besar pada komoditi emas, tambahnya. Dan Tubss, co-manager Badan Keuangan London, menyatakan bahwa BlackRock Inc mengurangi posesinya terhadap saham-saham perusahaan China.
Pertanda lain, Industrial & Commercial Bank of China Ltd, China Construction Bank Corp dan Bank of China Ltd merupakan tiga bank terbesar di China, kini berada di posisi yang sulit, keuntungan mereka mungkin akan digerogoti oleh kredit pinjaman yang macet.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.