Bank Of England diharapkan menekan tingkat suku bunga pada posisi rendah, seiring dengan kekacauan politik paska Pemilu dan juga volatilitas pasar uang saat ini. Pengumuman suku bunga harusnya berlangsung minggu lalu, namun karena bersamaan dengan Pemilu maka ditunda menjadi hari ini.
Ahli ekonomi memprediksi BoE akan menyesuaikan pandangannya mengenai tingkat inflasi, yang mana sudah mulai berkurang di 2010 ini. Masalah-masalah tersebut menjadi semakin rumit bagi komite kebijakan moneter, seperti yang dikatakan oleh Howard Archer, ahli ekonomi HIS Global Insight. Dia mencatat bahwa Bank sedang menghadapi kombinasi yang sulit, antara inflasi yang tinggi ini, pertumbuhan yang lamban, dan krisis Yunani, sehingga membuat anggaran Inggris semakin menurun. Archer menambahkan bahwa dengan adanya faktor-faktor di atas, terdapat paksaan terhadap Bank of England untuk tetap dalam posisi ‘wait and see’ untuk waktu dekat ini.
Ketakutan pasar memuncak ketika ada kemungkinan Bank of England terpaksa menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat daripada sebelumnya untuk mengatasi inflasi. Investor khawatir bahwa pemerintahan yang lemah kurang agresif dalam mengupayakan pengurangan defisit anggaran seperti pemotongan jumlah pengeluaran dan kenaikan pajak. Komite kebijakan moneter akan perlu dalam mengevaluasi kembali sikapnya terhadap inflasi, dengan kurangnya kontrol terhadap fiskal, seperti yang dikatakan oleh Mark Schofield, Kepala strategi tingkat suku bunga Citigroup. Dia juga memperingatkan bahwa tanda apapun dari para pembuat kebijakaan yang akan meningkatkan harga pinjaman dari 0,5%, dapat menjadi implikasi yang besar bagi tingkat suku bunga masa depan dan surat hutang pemerintah.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.