Italia telah setuju melakukan penghematan sebesar 24 milyar Euro (20 milyar poundsterling; 29 milyar US) atau setara dengan 1.6% GDP untuk anggaran tahun 2011-2012. Hal tersebut menjadikan Italia sebagai negara terakhir di Eropa yang ikut melakukan pemangkasan pengeluaran untuk mengurangi gap yang terlalu besar antara pendapatan dengan pengeluaran. Langkah Italia tersebut lebih cenderung untuk mengurangi pembayaran di sektor publik seperti pembayaran uang pensiun dan anggaran pengeluaran pegawai pemerintahan. Pemerintah Inggris dan Denmark dikabarkan juga akan memangkas biaya pengeluarannya seperti yang dilakukan Yunani, Spanyol dan Portugal.
Para pekerja di Italia merespon kebijakan pemerintah dengan melakukan aksi unjuk rasa. Pekerja Italian Institute for the Professional Development of Vocational Training of Workers (Isfol) juga melakukan aksi yang sama di Roma. Menurut salah satu pekerja yang ikut dalam aksi unjuk rasa, Simone Casadei, dulu dana pensiun dan pengeluaran untuk pegawai negeri juga telah pernah dipotong anggarannya. Sehingga saat ini diharapkan sektor publik tidak lagi dipersulit dalam program penghematan pemerintah, menurutnya pemerintah harusnya menindak para penggelap pajak, bukannya terus menerus memangkas anggaran untuk pensiun dan gaji pegawai.
Defisit Italia saat ini telah mencapai 5,3% GDP dan pemerintah berharap dapat menurunkan tingkat defisit hingga 3% GDP pada tahun 2012 mendatang sehingga dapat menarik kembali minat investor internasional dan tentu saja terhindar dari bahaya krisis seperti yang terjadi pada Yunani. Negara Uni Eropa yang saat ini ekonominya melemah seperti Italia, Spanyol dan Portugal khawatir jika krisis Yunani akan berimbas pada perekonomian mereka.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.