Para petinggi IMF mengatakan bahwa Yuan China masih undervalued, meskipun bank sentral sudah berjanji untuk membuat nilai tukar yang lebih fleksibel. Direktur Pelaksana IMF, Dominique Strauss-Kahn, memperingatkan bahwa revaluasi Yuan yang tajam sekalipun akan gagal memperbaiki ketidakseimbangan yang merus ekonomi global. Presiden Barack Obama pada hari Minggu mendesak Cina untuk “serius” tentang janjinya. Anggota parlemen AS telah mengancam pembalasan terhadap China, menuduh China sengaja menjaga Yuan rendah untuk memicu ekspor barang-barang manufaktur yang murah.
Strauss-Kahn mengatakan terlalu dini bagi Yuan untuk menjadi bagian dari cadangan mata uang yang digunakan oleh IMF, yang dikenal sebagai Special Drawing Rights (SDR). Strauss-Kahn, yang akan berbicara di depan konferensi pada 12-13 Juli mendatang di kota Daejeon Korea Selatan, bertujuan untuk mempelajari model pertumbuhan dan manajemen ekonomi Asia dan peran negara-negara Asia sebagai pemberi pinjaman internasional. Strauss-Kahn berharap konferensi ini akan membantu memperbaiki citra IMF di Asia, di mana beberapa negara Asia Tenggara dan juga Korea Selatan tetap marah atas peran pemberi pinjaman dalam krisis keuangan tahun 1997.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.