Indikator ichimoku ini diciptakan untuk memberikan gambaran letak level support/resistance, arah trend dan peluang untuk entry/exit. Teori umum pada indicator ini adalah jika harga di atas awan, tren umumnya bullish dan jika di bawah awan maka tren umumnya bearish. Terdapat juga moving averages (garis Tenkan dan Kijun) yang berfungsi seperti sinyal persilangan MACD dengan Tenkan memotong Kijun dari bawah merupakan sinyal bullish, sementara memotong dari atas memberikan sinyal bearish.
Penggunaan
Umumnya digunakan para trader Jepang, Ichimoku sering diaplikasikan untuk menganalisa tren bagi pair dan mendeteksi trend breakouts. Indikator ini cukup baik untuk diterapkan pada timefram yang agak panjang.
Sejarah
Awan Ichimoku asalnya bernama ‘Ichimoku Kinko Hyo’. Dimana ichimoku berarti ‘sekilas’, Kinko ‘Keseimbangan’ dan Hyo ‘Grafik’. Dikembangkan oleh Goichi Hosada sebelum perang dunia ke II.
Kumo, awan Ichimoku
Berikutnya akan disebut awan ichimoku, fitur paling berkarakter dalam indicator ini adalah awan (Kumo), yang mana didesain untuk menampilkan level dari support dan resistance. Dalam pengembangan awan ini, Hosada menyadari bahwa level support/resistance bukan merupakan garis tunggal. Oleh sejak saat itu support merupakan kedalaman dari beberapa lapisan dari offer/bid yang berada di sekitar level teresebut, dia membuat awan untuk menampilkan level support/resistance yang lalu. Awan tersebut dibentuk dari dua garis Senkou Span (A&B atau 1&2) yang mengikuti waktu dan ketika area diantara mereka disamarkan maka membentuk seperti awan. Teori dasar indicator ini jika harga di atas awan maka tren akan bullish dan bila harga dibawah awan maka bearish, dan jika berada di awan maka harga tersebut tidak jelas arahnya. Ketika harga berada di atas awan, maka bagian atas dari awan tersebut akan menjadi support dan ketika harga di bawah, awan tersebut akan menjadi resistance. Tetapi awan tersebut mempunyai ketebalan dan semakin tebal resistance tersebut maka mengurangi resiko keselahan.
Garis Tenkan dan Kijun.
Tenkan dan Kijun merupakan moving average 9 dan 26 hari. Tenkan merupakan garis konversi ketika memotong Kijun dari bawah maka mengindikasikan sinyal bullish. Ketika memotong Kijun dari atas maka mengindikasikan sinyal bearish.
Chikou Span
Terdapat garis terakhir yang dinamakan Chikou Span, yang mewakili harga hari ini yang digeser 26 periode sebelumnya. Jika mempunyai sinyal bearish dan Chikou Span berada di bawah, maka sinyal bertambah kuat. Jika terdapat sinyal bullish dan Chikou Span berada di atas awsan maka kekuatan sinyalnya bertambah.
Tipe Sinyal
SINYAL STRONG BULLISH
SINYAL MEDIUM BULLISH
SINYAL WEAK BULLISH
Sebaliknya, berlaku pula implementasi yang sama untuk STRONG BEARISH, MEDIUM BEARISH, dan WEAK BEARISH.
RSS feed for comments on this post.
TOLONG BERI KETERNGAN YG DETAIL BGAIMANA POSISI DI ATAS DAN DIBAWAH AWAN.THANKS
— Quote —