Hutang Pemerintah Inggris terus meningkat. Ekonomi sedang berjuang melawan resesi, dengan memotong pengeluaran atau menaikkan tarif pajak. Negara Inggris, enam kali lebih besar dari Yunani, hutang mereka bertambah lebih cepat dan Inggris akan mengadakan pemilu dalam waktu dekat. Namun Inggris tidak seperti Yunani yang bergantung pada mata uang Euro, mereka bisa mencetak uang sendiri dan medenominasikan hutangnya. Tetapi dengan kondisi Inggris yang mendekati pemilihan umum merupakan suatu masalah yang rumit. Kampanye politik merupakan hal yang sulit apabila kita mengingat kondisi defisit saat ini, pemotongan anggaran, penekanan biaya untuk rumah sakit, dsb membuat rakyat Inggris tidak puas. Lebih buruknya lagi, prediksi tidak adanya kekuasaan mutlak antara partai buruh dan partai konservatif semakin menambah kekhawatiran rakyat.
Pemerintah Inggris telah meminjam 4.3 juta pounds ($6.44 juta) pada bulan januari. Defisit yang besar sebagian dikarenakan pengeluaran yang besar oleh pemerintah untuk mengatasi krisis global dan kemerosotan ekonomi. Bank of England telah mencairkan dana 200 juta pounds untuk menambah jumlah uang dan 400 juta pounds telah digunakan sebagai program insentif untuk pembelian mobil-mobil baru. Selama ini, hal tersebut tidak terlalu disorot karena rating kredit yang masih sehat dan kenyataannya hutangnya jangka panjang, berbeda dengan Yunani. Tetapi dengan melesatnya bunga surat hutang Inggris dalam minggu-minggu terakhir, bahkan membawa Inggris berada pada posisi tertinggi di Eropa, membuat pound (GBP) seolah mendapat pukulan bertubi-tubi, dua hal ini yang menambah kecemasan akan kondisi keuangan negara.
Richard Lamebert, Direktur Jendral dari Konfederasi Industri Inggris mengatakan bahwa defisit Inggris memang sangat mencemaskan tetapi masih bisa diatur, tetapi pemerintah harus bertindak sekarang untuk melakukan langkah yang meyakinkan dan kredibel. Brian Coulton mengatakan bahwa dia tidak nyaman dengan negara yang mempunyai rencana keuangan yang seperti ini dan ingin melihat rencana yang lebih kredibel pada tahun ini. Semua telah dibuat tetapi tidak mungkin dilakukan dengan adanya pemilihan umum. Partai buruh berusaha menarik stimulus mulai dari sekarang dengan mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak. Tetapi hal tersebut dapat menambah resesi yang berlebihan.
Brown berjanji akan lebih detil dalam merencanakan pelunasan hutang menjelang pre-pemilu 24 Maret, dengan membekukan pembayaran bagi pekerja-pekerja senior. Brown juga menambahkan bahwa akan ada upaya menyediakan dan menambah jumlah lapangan pekerjaan dan mengangkat standard hidup penduduk Inggris. Konservatif mencari cara untuk menjawab kritikan atas pernyataannya bahwa pemulihan ekonomi tidak akan berbahaya jika didasarkan pada pengurangan jumlah pengeluaran dan meningkatkan pajak. Juru bicara George Osborne dari Treasury akan mengumumkan budget baru dalam beberapa minggu jika partainya terpilih dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran mulai dari musim panas. Adanya ketidakpastian dalam suara mayoritas maka akan menunda program-program keuangan dan kehilangan kepercayaan dari investor-investor asing.
Sebagai perbandingan krisis di Amerika Serikat tidak berbahaya meskipun hutangnya juga tidak sedikit, defisit 9.9 persen GDP tahun lalu. tetapi perbedaannya bahwa pemegang saham Treasury Amerika Serikat tidak khawatir karena mereka percaya bahwa ekonomi Amerika Serikat cukup kuat untuk mengusahakan pemasukan bagi pemerintah. Investor-investor juga mengetahui bahwa pemerintah Amerika Serikat dapat meningkatkan pajak dengan cepat. Apapun hasil dari pemilu pada Mei mendatang, satu hal yang jelas bahwa konsekuensi dengan hutang yang menggunung tersebut akan dirasakan oleh beberapa generasi berikutnya.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.