Pada Selasa kemarin, harga minyak di Amerika menyentuh titik tertinggi selama 18 bulan terakhir yang juga mengindikasikan semakin membaiknya perekonomian Amerika, termasuk ekonomi global. Harga minyak tercatat mencapai $87.09 per barel pada sesi trading New York, sebelum akhirnya kembali ke kisaran $86.84. Para investor tampaknya mulai merasa percaya kembali terhadap perekonomian Amerika, dapat dilihat dari penguatan nilai tukar dolar terhadap Euro maupun Poundsterling.

Crude Oil / Minyak Mentah
Investor kini mulai membeli dolar karena adanya beberapa data positif mengenai perekonomian Amerika. Senin lalu, Institute for Supply Management menyatakan bahwa bidang jasa Amerika berkembang dengan pesat dan merupakan perkembangan tercepat selama 4 tahun.
Pada waktu yang sama, National Association of Realtors juga berpendapat penjualan rumah Amerika meninggkat sekitar 8.2% pada bulan Februari lalu. Minggu lalu US Labor Department mengatakan bahwa kini telah tercipta 162.000 lapangan pekerjaan baru di bulan Maret. Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi sejak Maret 2007. Selain itu, angka pengangguran juga menurun dan kini hanya tersisa 8.7%.
Harga minyak terus menguat sejak pertengahan Februari lalu yang telah mencapai harga $72 per barel. Namun angka tersebut masih jauh dari rekor yang pernah dicapai pada Juli 2008 yaitu sekitar $147 per barel. Naiknya harga minyak juga membawa dampak bagi industri perminyakan Inggris. Masyarakat kini semakin tertekan dengan harga bahan bakar yang semakin tinggi akibat melemahnya nilai poundsterling terhadap dolar Amerika, yang menjadi tolok ukur harga minyak dunia.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.