General Motors kemarin menyatakan akan menutup salah satu brand-nya, Hummer. Hal ini terpaksa dilakukan setelah penjualan Hummer ke Sichuan Tengzhong Heavy Industrial Machines Co. gagal terealisasi. General Motors pun akhirnya memilih untuk menutup brand yang terkenal lewat SUV militernya ini. Apalagi, batas waktu yang diberikan regulator Amerika juga sudah habis.
Wakil presiden General Motors, John Smith, mengaku kecewa dengan gagalnya transaksi dengan Tengzhong. Saat ini, sedang dilakukan penyelesaian dengan pekerja di pabrik-pabrik Hummer, juga dengan para dealer dan supplier. General Motors juga akan tetap menghormati garansi dan pelayanan purna jual bagi para konsumen yang telah membeli kendaraan Hummer.
Menurut General Motors, penutupan Hummer harus dilakukan, karena merupakan salah satu penyebab kerugian bagi perusahaan tersebut. Hummer akan menjadi brand kedua yang ditutup setelah Saturn. Sebelumnya, General Motors juga telah menjual Saab kepada Spyker dan juga Pontiac yang didiskontinu. Kini mereka lebih fokus kepada brand yang tersisa Chevrolet, GMC, Cadillac dan Buick.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.