Fed : Krisis Eropa Menunjukkan Kerawanan

Fed : Krisis Eropa Menunjukkan Kerawanan

Federal Reserve menyatakan bahwa meskipun kondisi finansial di Amerika Serikat telah berkembang sejak krisis 2008, kejadian-kejadian di Eropa masih menunjukkan kondisi yang rawan. Donald Kohn,dalam pidatonya di Kanada mengatakan bahwa pasar uang masih rawan ini dikarenakan oleh krisis hutang Eropa. Oleh karena hal tersebut maka Fed mengambil langkah bersama dengan bank sentral lainnya pada hari Minggu untuk bertukar mata uang. Bank-bank yang terlibat dalam “pertukaran” Dolar adalah Bank of Canada, Bank of England, European Central Bank, Swiss National Bank dan Bank of Japan. Bank-bank Eropa membutuhkan Dolar untuk dijadikan pinjaman pada perusahaan-perusahaan di benua-benua lainnya. Perusahaan Eropa menggaji karyawannya, membeli bahan mentah, minyak dan komiditi dengan menggunakan Dolar.

Fed meminjamkan 9,2 milyar dolar kepada European Central Bank untuk melakukan pertukaran tersebut. Krisis hutang Eropa ini pertama kali muncul di Yunani kemudian muncul ketakutan akan menyebar ke Spanyol, Portugal dan Negara-negara zona Eropa lainnya. Krisis ini telah mendorong permintaan Dolar AS dan melemahkan nilai Euro. Narayana Kocherlakota, pentolan Federal Reserve Bank of Minneapolis mengatakan bahwa keputusan tersebut juga memang diperlukan untuk menjaga stabilitas USD. Mereka  tidak melakukan hal ini karena ada hubungan khusus dengan Eropa – mereka merupakan pembuat kebijakan Amerika, hal ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi Amerika, tambahnya dalam pidato kepada pelaku bisnis di Wisconsin.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment