European Commission (EC) telah menyerukan pertolongan darurat kepada pemerintahan negara-negara Eropa agar segera menyiapkan dana pinjaman untuk membantu Yunani mengatasi krisisnya. Presiden EC, Jose Manuel Barroso mengatakan bahwa pertolongan darurat terhadap yunani sangat dibutuhkan saat ini mengingat semakin parahnya krisis yang melanda Negara tersebut. Barroso juga mengungkapkan sebuah pemikiran tentang sistem pinjaman bilateral diantara Negara-negara Uni Eropa sebagai salah satu solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah Yunani.
Meskipun Yunani telah mengumumkan langkah-langkah penanggulangan krisis namun Negara-negara di Eropa masih belum ada yang bersedia memberikan bantuan. Jerman pada dasarnya agak keberatan mengulurkan tangannya untuk membantu Yunani dan hingga saat ini Yunani belum meminta bantuan uang tunai langsung dari pemerintahan Eropa. Barroso menyatakan bahwa dirinya tengah mendorong Negara Eropa lainnya untuk menyetujui dan mengikuti sistem pinjaman ini untuk membantu Yunani. Barroso berniat mengajukan idenya tersebut kepada pertemuan pimpinan Uni Eropa di Brussel minggu ini.
Yunani merupakan Negara Eropa dengan defisit terbesar. Dimusim semi mendatang ini, Yunani harus mengatur kembali kondisi keuangannya karena utang Negara tersebut yang kian membengkak sehingga mempengaruhi kredibilitas perekonomian Eropa. Pemerintahan Yunani berencana akan memangkas pengeluaran dan menaikkan tarif pajak sehingga diharapkan mampu mengurangi defisitnya yang telah mencapai miliaran Euro. Namun hal tersebut masih diragukan dapat memberikan perubahan yang signifikan. Krisis Yunani tidak hanya memberikan imbas bagi negaranya sendiri akan tetapi juga bagi pasar global, bahkan perekonomian Eropa kian memburuk akibat krisis tersebut.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.