China Masih Bertahan dengan Kebijakan Nilai Tukar Yuan

China Masih Bertahan dengan Kebijakan Nilai Tukar Yuan

China terus mempertahankan kebijakan nilai tukar dan menyatakan bahwa surplus perdagangan akan merosot pada tahun ini. Pernyataan ini terlontar hanya beberapa hari menjelang pembicaraan Amerika Serikat. Yao Jian, juru bicara Menteri Perdagangan, mengatakan bahwa nilai mata uang China tidak seharusnya dipolitisasi. Tingkat nilai tukar Yuan merupakan urusan pemerintah China sendiri, tambahnya. Peningkatan nilai Yuan sendiri, menurut Yao, akan bergantung pada keadaan dan perkembangan ekonomi China, juga termasuk tren ekonomi global. Beijing mengalami tekanan internasional, yang dipelopori oleh Amerika Serikat, untuk memperkuat  nilai Yuan. Timothy Geithner, Sekretaris Treasury AS mencegah permintaan Kongres agar menetapkan sanksi bagi China dalam masalah memanipulasi mata uang, tetapi Geithner lebih ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan cara diplomasi.

Yao memprediksi surplus perdagangan China, yang selama ini menjadi masalah dengan negara-negara eksportir lainnya, akan mengalami penurunan tahun ini. Surplus perdagangan selama 1 tahun penuh akan merosot dengan margin yang besar dan meningkatnya masalah ketidakseimbangan perdagangan. Mereka akan menjaga ekspor tetap stabil, karena volatilitas pasar keuangan internasional yang tidak menentu dan eksportir China masih mengalami kesulitan menghadapi situasi ini. Surplus China sebesar 16,1 milyar dolar pada kuartal pertama, merosot 78,5 persen dibanding tahun lalu, setelah mencatat defisit  sebesar 7,2 milyar pada bulan Maret – kali pertama dalam enam tahun terakhir. Yao memprediksi surplus akan mencapai 100 milyard dolar pada tahun ini, turun dari tahun 2009 yang sebesar surplus 196 milyar dolar.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment