China Kecam Penjualan Senjata Amerika ke Taiwan

China Kecam Penjualan Senjata Amerika ke Taiwan

China mengecam keras rencana Amerika untuk menjual persentajaan militer kepada Taiwan, hal ini memicu ketegangan antara kedua negara dengan ekonomi terkuat dunia ini. Sebelumnya, seperti diberitakan, Amerika mengadakan perjanjian untuk menjual persenjataan militer kepada Taiwan, meliputi 60 helikopter Black Hawk, 114 rudal Patriot, dan berbagai alat komunikasi militer lainnya. China menganggap tindakan Amerika merupakan upaya untuk memecah belah China dan Taiwan.

Pemerintah China telah memanggil ambasador Jon Huntsman untuk memberikan keterangan mengenai pernyataan dari Washington tersebut.  Menurut wakil Menteri Luar Negeri China, He Yafei, tindakan Amerika tidak bisa diterima dan merupakan tindakan yang mengganggu internal pemerintahan China, padahal Amerika tahu bahwa Taiwan bukan negara independen, melainkan masih di bawah China. Kini China menghentikan untuk sementara seluruh kerjasama militer China dan Amerika, termasuk pertemuan militer yang hendak diadakan akhir pekan ini.

China Kecam Penjualan Senjata Amerika ke TaiwanAmerika sendiri tampaknya punya pembelaan terhadap hal ini. Di samping kemungkinan adanya “ketertarikan politik” terhadap China-Taiwan, seperti yang dituduhkan oleh China, Amerika tampaknya juga mempertanyakan perdagangan senjata oleh China kepada Iran selama beberapa tahun ini. Sebelumnya, Amerika dan Eropa telah mempertanyakan hal ini, namun perdagangan senjata antara China dan Iran masih terus berlangsung.

Tensi yang memanas antara Amerika dan China ini tampaknya akan berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi global. Di tengah krisis ini, kedua negara tersebut memainkan peran vital dalam mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dunia. Jika perselisihan meruncing, maka Amerika akan berada dalam masalah. Apabila China melepas sebagian sekuritas atau bond Amerika, ataupun mempertimbangkan untuk mengubah sebagian cadangan devisanya ke mata uang lain di luar USD, maka USD akan menderita. Namun, para analis yakin, China belum akan melakukan hal ini dalam waktu dekat.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment