Bank of Japan terus berusaha untuk membendung naiknya yen dan mendukung sepenuhnya ekonomi Negara dengan cara mengembangkan program pinjaman yang mencapai 30 triliun Yen. Keputusan Bank Central tersebut dibuat pada hari Senin yaitu 1 hari sebelum perdana menteri Jepang Naoto Kan dijadwalkan untuk membahas tentang lemahnya ekonomi Jepang dan dampak negatif melemahnya Yen terhadap Dollar.
Masaaki Shirakawa, Gubernur bank sentral Jepang kembali lebih awal dari Jackson Hole untuk menghadiri pertemuan bank yang masih belum terjadwal. Pertemuan BoJ tersebut mengundang antusias dari para pengamat pasar. Selain itu, Masaaki juga diperkirakan akan bertemu dengan Mr Kan pada Senin mendatang. Minggu lalu Mr Kan telah mendesak Masaaki untuk mengambil tindakan cepat demi membendung naiknya Yen.
Program pinjaman yang akan dikembangkan tersebut terdiri atas 2 tahap. 10 triliun Yen pertama diperkirakan akan menghasilkan dana selama 6 bulan. Sedangkan program 20 triliun Yen memiliki durasi 3 bulan. Menurut data pemerintah Jepang, perekonomiannya pada kuarter kedua tumbuh sebesar 0.4% menyusul China sebagai Negara kedua terkuat di dunia. Tohru Sasaki, chief foreign exchange strategist di JP Morgan Tokyo menyatakan bahwa tindakan bank sentral akan berdampak terbatas terhadap Yen. Selain itu, apresiasi terhadap Yen sejak bulan Mei berasal dari faktor luar seperti menurunnya yield dan saham bank.
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.